BANDUNG BARAT, Mediasebangsa.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cirawamekar terus menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Berlokasi di Kampung Cirawa, Desa Cirawamekar, SPPG ini hadir melalui kolaborasi antara Yayasan Bandung Barat Mania, pengelola SPPG, dan mitra lokal sebagai bentuk gotong royong memperkuat layanan gizi masyarakat.
SPPG Cirawamekar saat ini melayani 3.097 siswa dari berbagai satuan pendidikan, serta 654 penerima manfaat kelompok B3 yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Cakupan tersebut menjadikan SPPG Cirawamekar sebagai salah satu simpul penting dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan generasi muda di wilayah ini.
Ketua Yayasan Bandung Barat Mania menegaskan bahwa kehadiran SPPG bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan gizi yang berkelanjutan. Yayasan berperan dalam penguatan manajemen, tata kelola, serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Di sisi operasional, SPPG Cirawamekar dipimpin oleh Kepala SPPG Robby Atul Adawiyah, didukung oleh Asisten Lapangan Jalaludin, Akuntan Rikma Hasna Nurhaniyah, serta Ahli Gizi Mila Trisna Sari Muctar. Tim ini bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan proses perencanaan menu, pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran.
Peran mitra lokal juga menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan SPPG Cirawamekar. Agus Roni, selaku mitra, berkontribusi dalam mendukung kelancaran operasional dan penguatan jejaring lokal. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pelaksanaan MBG tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari sinergi antara yayasan, mitra, pengelola SPPG.
Melalui pola kerja kolaboratif tersebut, SPPG Cirawamekar tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat serta memperkuat peran lembaga sosial di tingkat lokal. Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu memperluas manfaat program sekaligus menjadi contoh praktik baik pelaksanaan layanan gizi terpadu di Kabupaten Bandung Barat.
Reporter : Fikran
