MAMUJU TENGAH, Mediasebangsa.com — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju Tengah terus berlangsung secara berkelanjutan melalui kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Budong-Budong Babana dan Yayasan Bakti Anak Nusantara. Hingga 22/01/26, program ini telah menjangkau ribuan peserta didik dan menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah.
SPPG Budong-Budong Babana yang berlokasi di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, menjalankan peran utama sebagai pelaksana teknis di lapangan. Sementara itu, Yayasan Bakti Anak Nusantara memberikan pendampingan kelembagaan, penguatan tata kelola, serta dukungan manajerial guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.
Program MBG merupakan kebijakan prioritas nasional yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional. Fokus utama program ini adalah memperkuat asupan gizi anak usia sekolah sebagai bagian dari strategi pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dalam operasional sehari-hari, SPPG Budong-Budong Babana mengelola seluruh proses, mulai dari penyusunan menu, pengolahan makanan, pengawasan kebersihan dan keamanan pangan, hingga pendistribusian ke satuan pendidikan. Menu yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak agar mendukung pertumbuhan dan kondisi kesehatan peserta didik.
Jumlah penerima manfaat yang telah dilayani saat ini tercatat sebanyak 2.299 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Adapun pelayanan bagi kelompok 3B (bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui) belum dilaksanakan dan masih berada dalam tahap perencanaan pengembangan ke depan.
Kepala SPPG Budong-Budong Babana, Muhammad Fakhrizal, menyampaikan bahwa keberlanjutan program sangat ditentukan oleh pembagian peran yang jelas antara pelaksana dan mitra pendukung.
“SPPG menangani pelaksanaan teknis di dapur dan distribusi, sementara yayasan memperkuat aspek manajemen dan sistem. Dengan pembagian peran ini, program dapat berjalan lebih terarah dan terjaga kualitasnya,” jelasnya.
Ke depan, kedua lembaga tersebut menargetkan peningkatan mutu layanan melalui penguatan kapasitas dapur gizi, pembenahan mekanisme distribusi, serta perluasan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan pihak sekolah.
Tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, SPPG dan yayasan juga mendorong kegiatan edukasi gizi bagi pengelola dapur dan relawan. Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya pola konsumsi sehat sekaligus menjaga konsistensi mutu pelaksanaan program.
Program MBG memperoleh respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak, pelaksanaan program ini juga turut memberikan dampak sosial dan ekonomi, seperti membuka peluang kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Dengan pelaksanaan yang terus terjaga dan dukungan kelembagaan yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Tengah diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi anak-anak sekolah serta memperkuat fondasi pembangunan manusia di daerah tersebut.
Reporter : Fikran
