Bombana, Mediasebangsa.com — Pelayanan di RSUD Tanduale Bombana kembali menjadi sorotan publik setelah keluarga pasien lansia mengeluhkan buruknya kualitas layanan di loket administrasi. Keluhan ini disampaikan oleh anak pasien lansia yang enggan disebutkan namanya.

Ia menuturkan bahwa mereka harus menunggu hampir dua jam untuk memproses administrasi, meski sudah memberitahu petugas bahwa ibunya adalah pasien lansia yang tidak mampu duduk atau berdiri lama.

“Saat tiba, saya sudah sampaikan kalau ibu saya ini lansia, berharap agar menjadi pasien prioritas” ujarnya kepada wartawan saat melaporkan perihal tersebut, senin (1/12/25).

Ia membandingkan pelayanan tersebut dengan yang diterima di Puskesmas Rumbia.

“Di puskesmas, begitu tahu pasiennya lansia langsung diproses. Apalagi orang tua saya memang tidak bisa menunggu lama karena selalu merasa pusing dan mual.”

Akibat kondisi yang semakin memburuk, sang ibu akhirnya meminta untuk pulang. Ketika keluarga mengambil kembali kartu BPJS yang sebelumnya diserahkan ke petugas loket, mereka menemukan kejanggalan lain.

“Kartu BPJS baru ditemukan setelah sekitar lima menit. Kalau memang prioritas, tentu tidak akan seperti itu,” ungkapnya kecewa.

Ia menambahkan bahwa prioritas seharusnya berarti perlakuan khusus, bukan sekadar tulisan yang terpampang di dinding loket.

” Apa karena pakai BPJS gratis jadi pelayanannya seperti ini,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pasien prioritas seperti ibu hamil, lansia, dan pasien pascaoperasi seharusnya dipisahkan loketnya dan tidak dicampur dengan pelayanan umum.

“Itu baru namanya prioritas. Ini hanya terpampang prioritas, tapi kenyataannya tidak seperti itu,” tambahnya.

Keluarga pasien juga menyoroti kedisiplinan petugas loket yang dinilai kurang profesional dalam menjalankan tugas. Mereka berharap adanya evaluasi dan pembenahan dari pihak rumah sakit.

Ia pun meminta perhatian serius dari Bupati Bombana.

“Bupati harus melihat ini lebih dekat, karena ini menyangkut rakyatnya sendiri,” tegasnya. MR