Kendari, Mediasebangsa.com — Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) Tahun 2025 yang digelar pada Jumat (19/12/2025) berlangsung sukses dan demokratis. Pasangan calon nomor urut tiga, Ainun Mapatarani dan Nia Astarina, resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo.

Berdasarkan hasil resmi perolehan suara yang ditayangkan melalui laman pemira.uho.ac.id, pasangan Ainun–Nia berhasil meraih 9.398 suara, unggul dari empat pasangan calon lainnya.
Adapun rincian perolehan suara PEMIRA BEM UHO 2025 adalah sebagai berikut:
Nomor urut 1 Rahmat Hidayat – Nisrawati memperoleh 4.657 suara
Nomor urut 2 Muhammad Fauzan – Hermin H. Purnaramadhan memperoleh 6.666 suara
Nomor urut 3 Ainun Mapatarani – Nia Astarina memperoleh 9.398 suara
Nomor urut 4 La Ode Apriyanto Yusuf – La Ode Muhammad Amal Mulyawan memperoleh 5.022 suara
Nomor urut 5 Argan – Fadilla Ilmiah memperoleh 237 suara
Kemenangan ini menjadi sejarah penting bagi Universitas Halu Oleo. Untuk pertama kalinya, BEM UHO dipimpin oleh Presiden Mahasiswa perempuan yang didampingi oleh Wakil Presiden Mahasiswa perempuan.
Selain itu, Ainun Mapatarani juga mencatatkan sejarah sebagai mahasiswa pertama asal Kabupaten Bombana yang terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo.
Usai dinyatakan terpilih, Ainun Mapatarani yang merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa.
“Saya sangat senang dan rasanya masih belum percaya kalau saat ini telah terpilih menjadi Presiden Mahasiswa UHO. Ini adalah salah satu momen yang sangat luar biasa dalam perjalanan saya menjadi seorang mahasiswa,” ujar Ainun.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Universitas Halu Oleo yang telah mendukung dan mempercayainya.
“Saya sangat bersyukur karena bisa menjadi bagian dari sejarah, karena saya adalah perempuan pertama yang terpilih menjadi Presma UHO. Tentunya saya tidak bisa berada di posisi sekarang ini tanpa dukungan mahasiswa UHO dan wakil saya,” lanjutnya.
Ainun menegaskan bahwa dirinya bersama Nia Astarina akan bekerja sama menjalankan roda organisasi BEM UHO ke depan dengan mengedepankan kolaborasi dan kepentingan mahasiswa.
“Kami berdua akan bekerja sama untuk menjalankan roda organisasi BEM UHO ke depannya,” tegas Ainun.
Terpilihnya Ainun Mapatarani dan Nia Astarina menjadi pesan kuat bahwa perempuan, termasuk perempuan Kandi, memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang tidak patut diragukan. Kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh visi, kerja keras, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
Sejarah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan muda untuk berani tampil dan memimpin, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. MR


Tinggalkan Balasan