BOMBANA, Mediasebangsa.com – Pawai Ta’aruf pada pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi sorotan publik setelah kendaraan pawai yang digunakan Kafilah Kabupaten Bombana dinilai tidak memenuhi ekspektasi masyarakat.
Penampilan mobil pawai Bombana bahkan dibanding-bandingkan dengan kendaraan peserta dari kabupaten dan kota lain yang tampil megah dengan hiasan bernuansa religius dan dekorasi yang menarik. Kondisi tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan kritik hingga menyebut penampilan mobil pawai Bombana sebagai sesuatu yang “memalukan” dan tidak mencerminkan identitas daerah.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bombana, Justang, dari Partai Amanat Nasional (PAN), turut angkat bicara. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan dengan citra dan marwah daerah di tingkat provinsi.
“Ini menyangkut marwah daerah. Sekarang sudah viral dan ini jelas mempermalukan kita sebagai masyarakat Bombana,” ujar Justang via telepon, rabu (24/06/26).
Ia menegaskan bahwa DPRD akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat dengar pendapat (hearing) guna mengetahui penyebab di balik kondisi yang terjadi.
“Secepatnya kita akan melakukan hearing terkait hal ini. Kita ingin mengetahui apa penyebabnya sehingga bisa terjadi demikian. Apakah ini persoalan anggaran atau ada hal lain yang menjadi faktor penyebabnya,” tegasnya.
Menurut Justang, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan, paslanya giat ini membawa nama daerah di tingkat Provinsi dan menjadi perhatian publik. Olehnya itu, kata dia, evaluasi perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada agenda-agenda penting yang melibatkan representasi Kabupaten Bombana di tingkat regional maupun nasional. MR
