BOMBANA , medisebangsa.com – Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) Kendari, Sulawesi Tenggara, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Tenggara segera menerbitkan kontrak pembangunan ruas Jalan Kasipute–Lora–Bambaea yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp30,9 miliar.
Desakan tersebut disampaikan karena proses tender telah selesai dan telah ditetapkan pemenang. IMPPERMOL menilai tidak ada lagi alasan bagi proses pembangunan untuk terus ditunda karena masyarakat Kecamatan Mata Oleo telah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan jalan tersebut.
Ketua IMPPERMOL, Roma Nur, menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin terjebak dalam persoalan siapa yang memenangkan tender. Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah pembangunan jalan segera direalisasikan.
“Siapa pun yang menjadi pemenang tender, kami tidak mau tahu. Itu urusan pemerintah dan pihak pelaksana. Yang kami inginkan hanya satu, pembangunan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea segera direalisasikan dan dikerjakan,” tegas Roma Nur.
Ia mengatakan, masyarakat Mata Oleo sudah terlalu lama menunggu pembangunan ruas jalan tersebut. Jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah dan menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta kegiatan ekonomi lainnya.
“Kami meminta kepada Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara agar segera mengeluarkan kontrak karena sudah ada pemenang tender. Jangan sampai masyarakat kembali menjadi korban karena proses administrasi yang berlarut-larut. Harapan kami, pekerjaan segera dimulai,” ujarnya.
Roma menegaskan, anggaran sekitar Rp30,9 miliar yang telah dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan tersebut harus segera direalisasikan sesuai peruntukannya. Masyarakat, kata dia, tidak membutuhkan janji baru, melainkan pembangunan nyata di lapangan.
“Masyarakat tidak membutuhkan lagi alasan dan penundaan. Yang kami tunggu adalah alat berat turun, pekerjaan dimulai, dan jalan ini benar-benar dibangun. Siapa pun pelaksananya, yang penting pembangunan berjalan sesuai aturan dan masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar proses pembangunan tidak kembali mengalami keterlambatan hingga melewati tahun anggaran. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk risiko putus kontrak sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya.
Senada dengan hal tersebut, tokoh pemuda Kecamatan Mata Oleo yang juga anggota BPD Desa Lora, Halik, mengatakan masyarakat sangat menginginkan pembangunan jalan tersebut segera dimulai.
“Masyarakat Mata Oleo hanya menginginkan satu hal, yaitu pembangunan jalan ini segera dimulai. Jika ditunda, tentu tidak akan maksimal. Apabila pekerjaan baru dimulai mendekati akhir tahun 2026, akan berpotensi putus kontrak karena menyeberang tahun anggaran, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2022 lalu. Masyarakat yang akhirnya menjadi korban,” kata Halik.
Ia menegaskan, pembangunan jalan harus segera dikerjakan agar masyarakat tidak kembali mengalami kekecewaan akibat proyek yang tidak selesai tepat waktu.
“Kasihan kami sebagai masyarakat Mata Oleo jika pengerjaan jalan ini kembali putus kontrak karena menyeberang tahun. Intinya, harus secepatnya dikerjakan,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Kecamatan Mata Oleo yang juga Ketua BPD Desa Pulau Tambako, Rifan, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mengawal kelancaran pembangunan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea.
“Kami berharap semua pihak mengedepankan kepentingan masyarakat. Pembangunan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, kami mendukung agar proses pembangunan segera dilaksanakan. Kami juga akan mengawal proses pengerjaan jalan ini,” ujarnya.
IMPPERMOL bersama masyarakat Kecamatan Mata Oleo menegaskan akan terus mengawal proses pembangunan tersebut. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Dinas PUPR, segera menuntaskan proses penerbitan kontrak dan memastikan pekerjaan fisik segera dimulai.
Bagi masyarakat Mata Oleo, persoalan utama bukan lagi siapa pemenang tender. Yang menjadi tuntutan utama adalah kepastian bahwa Jalan Kasipute–Lora–Bambaea benar-benar dibangun dan tidak kembali menjadi proyek yang hanya menyisakan janji. MR
