PASANGKAYU, Mediasebangsa.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasangkayu, Zulfikar, mengajak sekaligus menantang insan pers untuk tidak hanya berfokus pada pemberitaan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat liputan investigatif yang mengulas dampak nyata berbagai program pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Zulfikar saat menjadi narasumber dalam dialog publik peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Ikatan Jurnalis Pasangkayu (IJP), yang mengusung tema “Peran Jurnalis dalam Mengawal Pembangunan dan Isu ASN Ber-KTP Luar Daerah”. Kegiatan berlangsung di Warkop Jurnalis, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Senin (27/7/2026).
Dialog tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasangkayu Suhardi yang mewakili Bupati Pasangkayu, Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu Muh. Dasri, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Muhammad Abdu, perwakilan BKPSDM, Bapperida, Ketua LBH Pasangkayu Asdar, politisi sekaligus mantan anggota DPRD Pasangkayu Herman Yunus, perwakilan Bawaslu, KPU, Humas Polres Pasangkayu, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.
Diskusi dipandu oleh pengurus IJP sekaligus jurnalis TVRI Sulawesi Barat, Darmawan. Kegiatan berlangsung secara terbuka dengan memberikan kesempatan kepada seluruh narasumber maupun peserta untuk menyampaikan pandangan dan masukan terkait pembangunan daerah serta penguatan peran pers.
Dalam pemaparannya, Zulfikar menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun pemerintah. Menurutnya, pembangunan harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan pembangunan jalan yang tidak hanya dipandang sebagai hadirnya infrastruktur baru, tetapi harus mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas, memperlancar distribusi hasil pertanian maupun usaha, hingga berdampak pada peningkatan pendapatan warga.
“Jalan yang baik harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, pendapatan ikut naik dan kemiskinan ekstrem dapat ditekan. Siklus pembangunan seperti inilah yang perlu kita pikirkan bersama,” ujar Zulfikar.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menjelaskan hubungan antara pembangunan fisik dengan dampak ekonomi maupun sosial yang dihasilkan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui adanya proyek pemerintah, tetapi juga memahami manfaat yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Zulfikar berharap insan pers memperluas sudut pandang pemberitaan. Ia menginginkan jurnalis tidak berhenti pada peliputan kegiatan seremonial maupun pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga mengulas berbagai program nonfisik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Saya berharap teman-teman jurnalis lebih memperkuat liputan investigatif sehingga masyarakat mengetahui berbagai program pemerintah yang sedang berjalan, misalnya bagaimana penanganan stunting dilakukan, bagaimana program pemberdayaan masyarakat berjalan, dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menilai pemberitaan investigatif yang disusun berdasarkan data dan fakta tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan berbagai kebijakan.
Selain berfungsi sebagai kontrol sosial, lanjut Zulfikar, media juga memiliki peran edukatif yang sangat penting. Informasi yang disampaikan secara akurat, berimbang, dan berbasis fakta diyakini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan.
Sementara itu, sejumlah narasumber lain juga menyampaikan pandangannya. Asisten II Setda Pasangkayu, Suhardi, menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu Muh. Dasri mengajak media mengawal pembangunan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Perwakilan BKPSDM memaparkan perkembangan penataan aparatur sipil negara (ASN) yang masih menggunakan KTP luar daerah, sedangkan Bapperida menyoroti pentingnya peran media dalam menyosialisasikan arah pembangunan Kabupaten Pasangkayu kepada masyarakat.
Pewarta: Uwe Dadang
