Bombana, mediasebangsa.com — Hujan deras yang mengguyur Desa Tontonunu dan sekitarnya pada Senin (27/4/2026) pukul 12.40–15.30 Wita memicu banjir yang merendam puluhan rumah warga di dua dusun, yakni Dusun Tontonunu dan Dusun Rarowatu. Ketinggian air di sejumlah lokasi bahkan mencapai bagian dalam rumah warga.

Bencana banjir di wilayah tersebut bukan lagi kejadian yang asing. Setiap musim hujan dalam beberapa tahun terakhir, Desa Tontonunu kerap menjadi langganan banjir yang mengancam keselamatan dan harta benda warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir diduga dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya pendangkalan sungai serta bentuk alur sungai yang berkelok-kelok sehingga mengurangi kapasitas pengaliran air. Selain itu, keberadaan jembatan dengan model box culvert dinilai turut berkontribusi terhadap luapan air. Sampah yang terbawa arus kerap tersangkut di tiang penyangga jembatan, mengakibatkan sumbatan dan memperlambat debit air.

Salah seorang warga yang diwawancarai, inisial R, menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Bombana segera melakukan normalisasi sungai untuk memperlancar aliran air, serta membangun tanggul sebagai upaya menahan luapan air ke permukiman warga. Warga juga mengusulkan agar jembatan yang ada dievaluasi dan diganti dengan model yang lebih sesuai dengan kondisi sungai setempat.

Kepala Desa Tontonunu, Asril, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa keluhan dan harapan warga telah menjadi perhatian serius pihaknya. Ia menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Bombana segera mengambil tindakan nyata. “Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bombana dapat segera mencarikan solusi agar setiap kali hujan, banjir di desa ini tidak terulang kembali,” ujarnya.
