BOMBANA, mediasebangsa.com — SPPG Rarowatu Utara menggelar kegiatan penguatan peran bagi para penanggung jawab Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (4/9/26) di kantor SPPG Rarowatu Utara. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 18 Tahun 2026 tentang Penguatan Peran Penanggung Jawab Makan Bergizi Gratis Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Balita Non-PAUD.

Kegiatan yang dipimpin oleh Irfan Santosa Sarma, S.TP., selaku Penanggung Jawab SPPG Rarowatu Utara, dihadiri oleh kader dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Rarowatu Utara. Dalam arahannya, Irfan menyampaikan materi dengan tema “Penguatan Peran Penanggung Jawab Makan Bergizi Gratis Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Balita Non-PAUD”.

Dalam sambutan pembukaan, Irfan Santosa Sarma menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh kader SPPG Rarowatu Utara memahami dan menjalankan perannya dengan optimal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Tujuan kita berkumpul hari ini adalah agar seluruh kader SPPG Rarowatu Utara memahami dan menjalankan perannya dengan baik dalam Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita non-PAUD, sehingga penyaluran MBG benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat gizi,” ujarnya.

Dalam bidang pendataan dan sasaran, Irfan menekankan pentingnya ketepatan data sebagai fondasi utama program. Ia menyampaikan bahwa setiap bulan kader wajib melakukan verifikasi data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Data harus segera diperbarui apabila terdapat perubahan domisili, kelahiran baru, atau penerima yang tidak lagi memenuhi syarat. Selain itu, kader juga harus memastikan tidak terjadi duplikasi penerimaan bantuan dari program lain.

Terkait peran edukasi, Irfan mengingatkan kader akan tugas penyuluhan yang harus dijalankan di tengah masyarakat. Kader diharapkan memberikan edukasi gizi kepada para sasaran, khususnya mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, sayur, dan buah. Sosialisasi jadwal distribusi makanan bergizi juga perlu dilakukan agar tidak ada penerima yang terlewat. Tidak kalah penting, kader perlu memberikan pemahaman tentang kebersihan sebelum makan serta cara penyimpanan makanan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.

Dalam hal distribusi dan pengawasan, Irfan menegaskan pentingnya ketelitian dan ketepatan waktu. Para penerima diharapkan hadir tepat waktu pada pukul 09.00 WITA saat pembagian berlangsung. Sebelum makanan diberikan, kader wajib memeriksa kualitasnya mulai dari rasa, bau, hingga tingkat kematangannya. Apabila menemui kendala, laporan harus segera disampaikan kepada penanggung jawab SPPG paling lambat satu hari setelah pembagian (H+1).

Irfan juga menjelaskan tugas pemantauan yang harus dilakukan secara konsisten oleh setiap kader. Monitoring berat badan dan tinggi badan balita wajib dilakukan setiap bulan di posyandu. Selain itu, kader harus mencatat secara rutin kepatuhan konsumsi makanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Dokumentasi foto pada setiap kegiatan pembagian juga perlu dilakukan sebagai bahan laporan yang akuntabel.

Menyampaikan target yang ingin diraih, Irfan menyebutkan beberapa indikator keberhasilan program, yakni nol persen kegagalan distribusi akibat kesalahan data, penurunan angka stunting pada balita non-PAUD di wilayah Rarowatu Utara, kenaikan berat badan ibu hamil dan ibu menyusui sesuai dengan standar KMS, serta makanan yang sampai ke tangan penerima dalam kondisi aman dalam waktu kurang dari empat jam setelah dimasak.

Di akhir kegiatan, Irfan mengajak seluruh kader untuk berkomitmen penuh dalam menjalankan tugasnya. “Mari kita jalankan peran ini dengan penuh tanggung jawab. Kader adalah ujung tombak Program Makan Bergizi Gratis. Keberhasilan program ini ada di tangan kita bersama,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kader dari Desa Hukaea (Masni), Desa Wumbubangka (Astin), Kelurahan Aneka Marga (Juriah), Desa Marga Jaya (Rosna), Desa Lantowua (Feradika), Desa Watumentade (Arni), Desa Tunas Baru (Irawati), dan Desa Dea Tembe.

Diharapkan melalui kegiatan penguatan peran ini, seluruh kader semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lancar, akuntabel, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Rarowatu Utara. MR