BAUBAU, mediasebangsa.com — Pengembangan Bandar Udara Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, kembali melanjutkan tahap baru. Setelah pekerjaan tahap pertama selesai, pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalokasikan dana sekitar Rp16 miliar untuk sejumlah pekerjaan lanjutan di bandara tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Betoambari, Ahyar, mengonfirmasi hal ini saat ditemui pada Senin, 7 September 2026. Menurutnya, pekerjaan tahap pertama telah rampung dan saat ini telah ditandatangani kontrak baru dengan nilai sekitar Rp16 miliar serta masa pelaksanaan selama empat bulan kalender.
“Kegiatan tahap pertama sudah selesai. Saat ini sudah kontrak baru lagi dengan nilai kontrak sekitar Rp16 miliar,” ujar Ahyar saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).
Paket pekerjaan lanjutan tersebut mencakup urugan tanah atau penimbunan, perluasan terminal, serta pembenahan area parkir Bandara Betoambari. Pelaksana proyek ini ditunjuk kepada PT Vida Pratama.
Pengembangan Bandara Betoambari juga tercantum dalam publikasi resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Dalam publikasi tersebut, pengembangan bandara ini bertujuan untuk menunjang konektivitas dan aktivitas ekonomi di kawasan Kepulauan Buton.
Beberapa rencana pengembangan yang telah diusulkan meliputi perluasan area parkir kendaraan dari luas sekitar 2.000 meter persegi pada 2025 menjadi sekitar 5.000 meter persegi pada 2026. Selain itu, terminal penumpang yang saat ini berluas sekitar 1.440 meter persegi dengan kapasitas sekitar 200 penumpang direncanakan dikembangkan hingga sekitar 5.000 meter persegi, dengan target kapasitas pelayanan mencapai sekitar 600 penumpang pada tahap pengembangan berikutnya pada 2027.
Rencana lainnya adalah penambahan panjang landasan pacu sekitar 400 meter guna mendukung pelayanan terhadap pesawat dengan ukuran lebih besar.
Sebelumnya, Bandara Betoambari juga telah mendapatkan paket pekerjaan Pembuatan End Strip dan RESA (Runway End Safety Area) TH 04 dengan nilai kontrak sekitar Rp15,45 miliar. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur keselamatan dan operasional bandar udara.
Pewarta : Dedi Darno



Tinggalkan Balasan