Dugaan Teror Jelang Aksi, Aktivis Klaim Terima Pesan Bernada Intimidasi Soal Isu BBM Bersubsidi di Kabena

Bombana, mediasebangsa.com – Persiapan aksi unjuk rasa yang akan menyoroti dugaan penyimpangan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, diwarnai dugaan intimidasi terhadap salah satu penggerak aksi.

Koordinator aksi, Amal, mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku berasal dari Pertamina Kabaena. Meski demikian, ia mengaku tidak mengenal identitas pengirim maupun dapat memastikan kebenaran pengakuan tersebut.

Menurut Amal, isi percakapan yang diterimanya tidak sekadar memberikan tanggapan atas rencana aksi, tetapi juga mengandung kalimat-kalimat yang dinilai berupaya menekan agar aksi tersebut tidak dilaksanakan.

Beberapa pesan yang diterima di antaranya berbunyi, “Masalahnya kalian banyak urusan, di Kabaena tidak ada masalah,” kemudian disusul pernyataan, “Saya juga aktivis Kabaena,” dan “Saya juga tukang demo bos, tidak ada yang tidak kenal saya di Bombana dan Kabaena.”

[bacajuga judul="Baca Juga:" berdasarkan="category" mulaipos="0"]

Dalam percakapan itu, pengirim juga menyampaikan pesan, “Yang jelas kalau Pertamina Kabaena terganggu, masyarakat Kabaena yang rugi.”

Amal menilai rangkaian pesan tersebut sebagai bentuk dugaan intimidasi yang muncul menjelang pelaksanaan aksi. Seluruh isi percakapan, kata dia, telah diabadikan melalui tangkapan layar dan akan dijadikan dokumentasi apabila diperlukan.

“Kami sudah menyimpan semua screenshot percakapan sebagai bukti,” ujar Amal.

Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa aksi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu belum jadi dilaksanakan. Keputusan itu diambil setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan Polres Bombana yang saat itu tengah mempersiapkan agenda serah terima jabatan (sertijab).

“Kami menghormati agenda kepolisian, sehingga pelaksanaan aksi dijadwalkan ulang,” katanya.

Dalam demonstrasi tersebut, massa berencana meminta aparat terkait mengusut dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang diduga terjadi melalui SPBN dan APMS di wilayah Kabaena.

Selain itu, Amal juga menduga BBM bersubsidi tersebut disalurkan ke sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabaena. Ia bahkan menyampaikan dugaan adanya perlindungan dari oknum aparat penegak hukum sehingga praktik tersebut dapat berlangsung. MR

Sumber berita : porosinfo.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *