BAUBAU, mediasebangsa.com — Cipayung Plus Baubau yang terdiri dari PMII, LMND, dan GMNI mendesak Polres Baubau menuntaskan dugaan intimidasi terhadap wartawan TV One, Jamil, serta mengusut dugaan penimbunan BBM dan peredaran rokok ilegal di Kota Baubau.
Desakan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Mapolres Baubau. Mahasiswa juga menyoroti dugaan pesta minuman keras yang disebut melibatkan oknum personel kepolisian dan meminta evaluasi terhadap jajaran Polres Baubau.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, menuntaskan dugaan intimidasi terhadap wartawan dan mengusut dugaan pesta minuman keras yang disebut melibatkan oknum personel kepolisian. Kedua, mengusut dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM di Kota Baubau. Ketiga, menindak peredaran rokok ilegal sesuai ketentuan hukum.
Selain itu, mahasiswa mendesak evaluasi internal Polres Baubau, terutama terkait pengawasan terhadap anggota dan penanganan perkara yang menjadi sorotan publik.
Tiga Personel Diperiksa Propam Polda Sultra
Wakapolres Baubau Kompol Andi Yusri mengatakan tiga personel yang berkaitan dengan persoalan wartawan Jamil sedang menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh Propam Polda Sulawesi Tenggara.
Meski pemeriksaan disebut sedang berjalan, hasil akhir pemeriksaan maupun keputusan terkait sanksi terhadap personel tersebut belum disampaikan.
Terkait dugaan penimbunan BBM dan peredaran rokok ilegal, Andi Yusri meminta masyarakat serta aktivis yang mengetahui indikasi pelanggaran agar melaporkannya ke Polres Baubau.
Dengan demikian, belum ada keterangan yang memastikan hasil penanganan kedua persoalan tersebut dalam pertemuan dengan mahasiswa.
Andi Yusri juga menyebut Kapolres Baubau telah bertemu dengan insan pers pada 12 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas persoalan yang dialami Jamil. Selain itu, rencana penyusunan nota kesepahaman dengan insan pers disebut sebagai upaya memperkuat komunikasi dan perlindungan profesi jurnalis.
Ia mengapresiasi aspirasi mahasiswa dan berharap aksi tersebut menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap kinerja kepolisian dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Baubau.
LMND dan GMNI Desak Evaluasi Pimpinan Polres
Ketua LMND Baubau Ramadhan mendesak evaluasi terhadap Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba. Ia menilai berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik perlu menjadi bahan evaluasi pimpinan, terutama dalam pengawasan anggota dan penanganan perkara.
Sementara itu, Ketua GMNI Baubau Dhira Adiyatma Jaya meminta Kapolres mengevaluasi dan menertibkan jajarannya. Ia bahkan mendesak Kapolres mundur apabila dinilai tidak mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
Desakan tersebut merupakan sikap mahasiswa. Hingga kini, belum ada keterangan mengenai keputusan resmi terkait evaluasi maupun pencopotan pejabat di lingkungan Polres Baubau.
Cipayung Plus Baubau berharap seluruh tuntutan ditindaklanjuti secara transparan dan profesional. Mahasiswa juga meminta perkembangan pemeriksaan personel serta penanganan dugaan pelanggaran lainnya disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengawasi prosesnya secara objektif.
Pewarta : Dedi Darno



Tinggalkan Balasan